Perhitungan Jumlah Maksimum Flight Cycle Tanpa Refuelling pada Kondisi Full Tank dan Full Payload pada Jaringan Rute Commuter Pesawat ATR 72

Authors

  • Ganda Tri Alam
  • Mufti Arifin
  • Endah Yuniarti

DOI:

https://doi.org/10.35894/jmd.v1i1.17

Keywords:

Strategi full tank, Strategi full payload, Strategi refuelling, ATR 72, flight cycle, rute commuter

Abstract

Transportasi adalah proses pergerakan atau perpindahan orang dan barang dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan tertentu, pesawat ATR sangat cocok untuk penerbangan regional, sehingga penggunaan bahan bakar harus diperhitungkan untuk memberikan transportasi yang murah dan nyaman. Maskapai penerbangan di Indonesia memiliki tuntutan yang sangat besar dalam persaingan di dunia penerbangan. Salah satu jenis rute domestik Indonesia adalah rute commuter, pesawat ATR sangat cocok untuk penerbangan regional dengan rute commuter, penerbangan dengan jarak pendek dengan menggunakan pesawat kecil untuk membawa penumpang antar bandara dengan kapasitas penumpang yang sedikit. Salah satu kelebihan rute commuter adalah pesawat tidak harus mengisi bahan bakar (refueling) di bandara transit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah maksimum flight cycle tanpa refueling berdasarkan variasi berat dengan menggunakan data FCOM dan menggunakan data berdasarkan spesifikasi pesawat ATR. Dengan menggunakan metode analitik untuk menghitung fuel consumption dari data FCOM pada strategi full tank, full payload dan strategi refueling di setiap bandara untuk rute Nusa tenggara dan Sumatera. Penelitian ini menghasilkan perhitungan pada rute Nusa Tenggara total fuel 4750,57 kg dan rute Sumatera sebanyak 4474,88 kg dari strategi full tank. Strategi full payload pada rute Nusa Tenggara diperoleh total fuel sebanyak 2789,69 kg dan rute Sumatera diperoleh total fuel sebanyak 2658,98 kg. Strategi full tank memungkinkan terbang sebanyak 12 flight cycle, full payload sebanyak 7 flight cycle pada rute Nusa Tenggara dan strategi full tank sebanyak 10 flight cycle, full payload 6 flight cycle pada rute Sumatera.

References

Ruijgrok, G.J.J., 1994, Elements of Airplane Performance, Faculty of Aerospace Engineering, Delft University of Technology, Netherlands.

FAA, 2016, Holding Aircraft, https://www.faa.gov/air_traffic/publicati ons/atpu bs/atc_html/chap4_section_6.html, diakses 18 Maret 2021.

Saputra D, Abadi, Sigit Priyanto., Imam Muthohar., Magda Bhinnety, 2015, Pengkajian Tingkat Beban Kerja Mental Pilot Pesawat Terbang Dalam Melaksanakan Tahap Fase Terbang (Phase Of Flight), Jurnal Teknik Sipil, No 3, Vol 13, 181-189.

aviation.stackexchange, 2021, The Icao Fuel Reserve Requirements https://aviation.stackexchange.com/qu estions/ 3740/what-are-the-icao-fuel- reserve

requirements, diakses pada tanggal 29 maret 2021.

FAA, 2016, Aircraft Weight and Balance Handbook, https://www.faa.gov/regulations_policies/h andb

ooks_manuals/aviation/media/faa-h- 8083- 1.pdf, diakses pada tanggal 12 Maret 2021.

Yati Nurhayati, 2012, Perhitungan Panjang Landas Pacu Untuk Operasi Pesawat Udara, Jurnal Penelitian Perhubungan Udara, No 4, Vol 38, 373- 381.

NASA.,2015,Thrust consumption, https://www.grc.nasa.gov/WWW/k

/airplane/sfc.html, diakses 23 Maret 2021.

You She Melly Anne Dharasta, Anton Turnado, 2016, Pelaksanaan Pelayanan Ground Handling terhadap penumpang maskapai Lion Air di PT Kokapura Bandar Udara Internasional Achmad Yani Semarang, Jurnal Ground Handling Dirgantara, No 1, Vol 3, 25-35.

https://www.atr-aircraft.com/, diakses 29 Maret 2021.

http://app.wingsair.co.id/filemanageme ntwings/ , diakses pada tanggal 17 Maret 2021.

Downloads

Published

2022-06-06