Analisis Kapasitas Hanggar PT. Mulya Sejahtera Technology Dengan Variasi Manpower Menggunakan Teori Antrian

Authors

  • Izhar Paramaharta
  • Mufti Arifin
  • Erna Shevilia Agustian

DOI:

https://doi.org/10.35894/jmd.v2i1.4

Keywords:

maintenance, manpower, teori antrian, hanggar

Abstract

Pesawat terbang merupakan transportasi udara yang menunjang mobilitas, terutama digunakan untuk mencapai suatu wilayah yang mempunyai jarak tempuh jauh dengan waktu yang relatif cepat dengan tingkat keselamatan dan keamanan yang tinggi. Pesawat pun harus diperhatikan kondisinya agar pesawat selalu dalam kondisi laik terbang, untuk mendapatkan kondisi yang laik terbang tentu harus dilakukan pemeliharaan maupun perbaikan. Dalam pelaksanaan pemeliharaan dan perbaikan tentunya membutuhkan manpower yang siap dan sigap. Pada penelitian ini disimulasikan variasi manpower terhadap perawatan C-check di PT. Mulya Sejahtera Technologydi tanggal tertentu dengan no registrasi pesawat PK-CAA, PK-MAC, PK- MCY. Pada penelitian ini digunakan 1 line maintenance untuk dilakukan perhitungan menggunakan metode teori antrian single channel. Perhitungan manpower dan durasi suatu pekerjaan akan mempengaruhi kapasitas hanggar. Hasil perhitungan pada PK- CAA dengan bertambahnya 2 manpower dari 6 manpower menjadi 8 manpower akan mempengaruhi penurunan kapasitas hanggar terpakai dari 44% menjadi 28%, dengan bertambahnya 2 manpower dari 8 menjadi 10 manpower akan mempengaruhi penurunan kapasitas hanggar terpakai dari 28% menjadi 23%. pada PK-MAC dengan bertambahnya 2 manpower dari 5 manpower menjadi 7 manpower akan mempengaruhi penurunan kapasitas hanggar terpakai dari 44% menjadi 28%, dengan bertambahnya 2 manpower dari 7 manpower menjadi 9 manpower akan mempengaruhi penurunan kapasitas hanggar terpakai dari 28% menjadi 23%. pada PK-MCY dengan bertambahnya 2 manpower dari 10 manpower menjadi 12 manpower akan mempengaruhi penurunan kapasitas hanggar terpakai dari 35% menjadi 28%, dengan bertambahnya 2 manpower dari 12 manpower menjadi 14 manpower akan mempengaruhi penurunan kapasitas hanggar terpakai dari 28% menjadi 23%. Semakin banyaknya manpower yang digunakan dalam pemeliharaan C-check akan mempengaruhi tingkat intensitas penggunaan hanggar terpakai, sehingga PT. Mulya sejahtera Technologymasih bisa menerima pekerjaan pemeliharaan C-check guna meningkatkan load factor.

References

Putra, Galanico R. A., et al. (2014). Perancangan Ulang Bangunan Hanggar Maintance Pesawat Terbang Milik PT. Pelita Air Service Di Pondok Cabe. Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya, vol. 2, no. 2.

Mora, M. (2012). Telaahan Literatur Tentang Program Perawatan Pesawat Udara. WARTA ARDHIA,

(4), 356–372. https://doi.org/10.25104/wa.v38i4.20 5.356-372

Pemerintah, RI., (2003), UU No.13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Pemerintah, RI., (2009), UU No.1 Tahun 2009 tentang penerbangan, No 4956

Ismail, N., & Zainuddin, M. (2019). HUKUM DAN FENOMENA KETENAGAKERJAAN. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial, 1(3), 166. https://doi.org/10.24198/focus.v1i3.2 0494.

Kementrian, RI., (2017), Peraturan Menteri perhubungan republik Indonesia nomor PM 75 tahun 2017, sertifikasi ahli perawatan pesawat udara.

Solikhah, I, (2018). Analisa Sistem Antrian pada pit Service Sepeda Motor Menggunakan Teori Antrian. Tugas Akhir. Statistika FMIPA UII. Yogyakarta.

Boeing. (2007). B737 Arrangement. Boeing URL:https//www.boeing.com/resourc es/boeingdotcom/company/about_b ca/startup/pdf/freighters/737F.pdf diakses tanggal 22 juni 2022

General 737-300F

Downloads

Published

2023-08-02